Penggunaan alkohol di kalangan orang dewasa AS meningkat selama ini COVID 19 pandemi dan tetap meningkat setelahnya, ungkap sebuah penelitian baru-baru ini.
Stres akibat pandemi dan terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan dipandang sebagai kontributor utama terhadap terus meningkatnya jumlah konsumsi minuman beralkohol, sehingga menggarisbawahi perlunya intervensi kesehatan dan kebijakan yang tepat sasaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masalah Kesehatan Masyarakat
Sebuah studi berbasis populasi terhadap orang dewasa berusia 18 tahun ke atas mengungkapkan peningkatan signifikan dalam penggunaan alkohol selama pandemi COVID-19, dengan tingkat penggunaan alkohol yang tetap tinggi bahkan setelah pandemi. Tren ini meningkatkan permasalahan kesehatan masyarakat yang serius dan menyoroti perlunya kebijakan baru dan intervensi layanan kesehatan. Temuan ini dipublikasikan hari ini (11 November) di Sejarah Penyakit Dalam.
Metodologi Penelitian dan Analisis Demografi
Para peneliti dari University of Southern California dan Thomas Jefferson University memeriksa data dari National Health Interview Survey (NHIS) tahun 2020 dan 2022 untuk menilai apakah peningkatan penggunaan alkohol selama pandemi masih berlanjut. Survei tersebut, yang melibatkan lebih dari 24.000 orang dewasa, mengumpulkan informasi tentang penggunaan alkohol, demografi, faktor sosial ekonomi, dan data kesehatan. Peserta diklasifikasikan berdasarkan penggunaan alkohol atau penggunaan alkohol dalam jumlah besar pada tahun sebelum survei, sehingga memungkinkan peneliti untuk menentukan tingkat prevalensi untuk kedua kategori tersebut. Studi tersebut menunjukkan bahwa tingkat penggunaan alkohol secara umum dan berat meningkat pada tahun 2020 dan tetap tinggi pada tahun 2022.
Implikasi dan Ajakan Bertindak
Para peneliti berpendapat bahwa stres terkait pandemi dan berkurangnya akses terhadap layanan kesehatan mungkin berkontribusi terhadap peningkatan konsumsi alkohol yang berkelanjutan. Mengingat penggunaan alkohol merupakan penyebab utama penyakit dan kematian di AS, mereka menekankan pentingnya respons klinis, berbasis komunitas, dan kebijakan untuk mengatasi dampak jangka panjang ini. Meskipun penelitian ini berfokus pada orang dewasa non-militer, yang tidak terlembaga dan tidak mencakup populasi yang mungkin lebih rentan terhadap penyalahgunaan alkohol, temuan ini menggarisbawahi perlunya peningkatan kesadaran dan intervensi seputar penggunaan alkohol terkait pandemi ini.
Referensi: 11 November 2024, Sejarah Penyakit Dalam.
DOI: 10.7326/TAHUN-24-02157
RakyatPos.ID Network









