NEW YORK, (Foto)
Kepala Human Rights Watch (HRW) mengatakan pada hari Jumat bahwa “negara-negara yang memasok senjata ke Israel ketika Israel melancarkan konflik di Gaza dan Lebanon meskipun ada bukti pelanggaran hukum internasional, justru memberdayakan pihak yang berperang di tempat lain.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tirana Hassan, Direktur Eksekutif HRW, mengatakan bahwa negara-negara seperti Amerika Serikat, Jerman dan Inggris dapat mempengaruhi tindakan Israel dan harus melakukannya dengan mengakhiri penjualan senjata.
“Jika terus ada dukungan militer kepada Angkatan Pertahanan Israel dan mereka (pemerintah Barat) tahu bahwa senjata-senjata ini digunakan untuk melakukan kejahatan perang, maka itu sudah cukup untuk menghentikan penjualan dan transfer senjata,” katanya kepada Reuters. dalam sebuah wawancara.
“Pada tahap ini, pihak-pihak yang dapat mempengaruhi dan mengekang perilaku pihak-pihak yang bertikai adalah Israel, AS, Inggris, Jerman, dan melalui penjualan dan transfer senjata.”
Hassan mengatakan bahwa ketika negara-negara yang melanggar hak asasi manusia melihat tidak ada konsekuensinya, mereka merasa berani untuk melanjutkan.
Pemerintah yang memasok senjata kepada mereka telah merusak kredibilitas mereka sebagai pembela hukum internasional dan hak asasi manusia serta kredibilitas sistem internasional, katanya.
“Ini mengirimkan pesan bahwa aturan-aturan ini berlaku berbeda bagi kita dan sekutu kita dibandingkan dengan yang lain, dan ini mempunyai konsekuensi yang sangat serius,” katanya.
Kontradiksi ketika negara-negara Barat menuntut pertanggungjawaban atas invasi Rusia ke Ukraina dieksploitasi oleh negara-negara seperti Rusia dan Tiongkok, katanya.
“Mereka dengan cepat menunjukkan standar ganda dari Barat dan mencoba menggunakannya untuk melemahkan sistem.”
Pernyataan Hassan di media muncul ketika kantor hak asasi manusia PBB merilis laporan mengenai jumlah korban tewas dalam perang Israel-Hamas di Gaza, yang menyatakan hampir 70% dari kematian yang terverifikasi adalah perempuan dan anak-anak.
“Hal ini seharusnya memotivasi dunia untuk bertindak. Tidak ada pembenaran atas pembunuhan anak-anak,” kata Hassan.
RakyatPos.ID Network









