RABAT, (PIC)
Menanggapi seruan dari Organisasi Maroko untuk Mendukung Tujuan Umat (sebuah badan non-pemerintah) dan di bawah slogan “Gaza Akan Menang,” ribuan warga Maroko turun ke jalan dalam 112 demonstrasi di 58 kota pada hari Jumat, menandai hari Jumat. “Jumat Kemarahan” yang ke-57 berturut-turut sejak diluncurkannya operasi “Banjir Al-Aqsa”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi unjuk rasa tersebut, yang diselenggarakan di kota-kota seperti Tetouan, Fez, Meknes, Casablanca, dan Agadir, merupakan bagian dari dukungan teguh rakyat Maroko terhadap Palestina dan Lebanon.
Para pengunjuk rasa menyatakan penolakan mereka yang kuat terhadap tindakan genosida Israel yang sedang berlangsung di Gaza, khususnya kelaparan sistematis di wilayah utara, di mana warga sipil menghadapi tekanan tanpa henti untuk meninggalkan rumah mereka. Para pengunjuk rasa juga menyuarakan keprihatinan mengenai agresi brutal terhadap Lebanon, yang menyebabkan ribuan orang terbunuh, terluka, atau terpaksa mengungsi.
Sambil membawa spanduk bertuliskan “Gaza Akan Menang” dan “Kita Semua Gaza, Kita Semua Palestina,” para peserta mengutuk dukungan AS dan Barat terhadap apa yang mereka sebut sebagai “entitas kriminal.” Mereka meminta pemerintah Maroko untuk segera menghentikan upaya normalisasi dengan Israel, yang tindakannya telah menyebabkan puluhan ribu warga Palestina tewas atau terluka, kebanyakan dari mereka adalah perempuan dan anak-anak. Konflik yang sedang berlangsung telah mengakibatkan lebih dari 10.000 orang hilang dan kehancuran yang meluas di Gaza, ditambah dengan kelaparan yang parah.
Dalam nyanyian mereka, para pengunjuk rasa menyuarakan dukungan yang tak tergoyahkan terhadap perlawanan dan solidaritas Palestina terhadap Lebanon, dan bersumpah untuk melanjutkan protes mereka sampai perang berhenti dan warga Palestina diberikan hak-hak sah mereka. Mereka juga mengecam sikap Israel yang mengabaikan peringatan internasional dan resolusi PBB, seiring negara tersebut terus memperluas serangannya dan mengintensifkan serangan udara di Lebanon.
Meskipun situasi kemanusiaan sangat buruk, Israel terus mengabaikan seruan Dewan Keamanan PBB untuk segera melakukan gencatan senjata dan perintah Mahkamah Internasional untuk mencegah genosida. Pengunjuk rasa Maroko menegaskan kembali komitmen mereka untuk berdemonstrasi secara damai sampai keadilan ditegakkan bagi Palestina dan Lebanon.
RakyatPos.ID Network









