NEW YORK, (Foto)
PBB telah memperingatkan tentang kondisi kehidupan yang “mematikan” di Gaza utara, dan mengatakan bahwa warga Palestina kelaparan sementara dunia terus menyaksikannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selama sebulan terakhir, Gaza utara berada di bawah pengepungan yang hampir brutal,” kata juru bicara PBB Stephane Dujarric dalam konferensi pers, menyampaikan pesan penjabat wakil sekretaris jenderal untuk urusan kemanusiaan, Joyce Msuya.
“Operasi darat militer Israel telah membuat warga Palestina tidak memiliki kebutuhan pokok untuk bertahan hidup, memaksa mereka mengungsi berkali-kali demi keselamatan, dan memutus rute pelarian dan pasokan mereka,” menurut pesan Msuya.
Menyatakan bahwa “kondisi kehidupan sangat mematikan” di Gaza utara, ia menekankan bahwa “warga sipil kelaparan sementara dunia menyaksikannya. Kekejaman ini harus dihentikan.”
Dujarric juga menyebutkan bahwa 1.000 rumah warga Palestina telah dihancurkan di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki pada tahun ini.
Kehancuran tersebut telah membuat lebih dari 1.100 warga Palestina mengungsi, dimana 40 persennya berasal dari Yerusalem timur.
Dalam konteks terkait, PBB mengatakan penggantian badan bantuan Palestina UNRWA di Gaza dan Tepi Barat bukanlah tanggung jawabnya, yang menandakan hal itu adalah masalah Israel, menurut kutipan surat yang dilihat oleh Reuters.
PBB secara resmi menanggapi melalui surat atas keputusan Israel untuk memutuskan hubungan dengan UNRWA, sebuah tindakan yang menurut badan pengungsi tersebut akan membuat operasinya di Gaza dan Tepi Barat berisiko gagal.
Berdasarkan undang-undang baru, Israel mengatakan kepada PBB pada hari Minggu bahwa mereka mengakhiri perjanjian kerja sama tahun 1967 dengan UNRWA yang mencakup perlindungan, pergerakan, dan kekebalan diplomatik. Undang-undang tersebut juga akan melarang operasi UNRWA di Israel mulai akhir Januari.
“Saya ingin mencatat, secara umum, bahwa bukan tanggung jawab kami untuk menggantikan UNRWA, dan kami juga tidak memiliki kapasitas untuk melakukannya,” tulis chef de cabinet Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Courtenay Rattray, kepada seorang pejabat senior Israel. pejabat urusan luar negeri pada Selasa malam.
Penyebutan tanggung jawab merupakan referensi terselubung terhadap kewajiban Israel sebagai kekuatan pendudukan.
PBB memandang Gaza dan Tepi Barat sebagai wilayah pendudukan Israel. Hukum humaniter internasional mengharuskan negara pendudukan untuk menyediakan program bantuan bagi orang-orang yang membutuhkan dan menyediakan segala sarana yang mereka miliki.
RakyatPos.ID Network









