China merilis staf perusahaan uji tuntas Amerika yang beralih ke Investor Woo: NPR

- Jurnalis

Selasa, 25 Maret 2025 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

China telah berusaha merayu investor untuk membantu menghidupkan kembali ekonominya yang kendur. Fotografer: Na Bian/Bloomberg via Getty Images

Na Bian/Bloomberg via Getty Images

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT


Sembunyikan keterangan

Caption beralih

Na Bian/Bloomberg via Getty Images

BEIJING – Pihak berwenang di Cina telah membebaskan semua karyawan dari perusahaan uji tuntas perusahaan Amerika yang ditahan di Beijing sekitar dua tahun lalu.

Rilis karyawan dari perusahaan, The Mintz Group, datang ketika China berusaha merayu investor asing untuk membantu menghidupkan kembali ekonominya yang kendur.

“Kami berterima kasih kepada otoritas Tiongkok bahwa mantan kolega kami sekarang dapat berada di rumah bersama keluarga mereka,” kata kelompok Mintz dalam sebuah pernyataan kepada NPR.

Seperti perusahaan uji tuntas lainnya, kelompok Mintz melakukan investigasi dan audit untuk menilai risiko bagi kliennya. Menurut situs webnya, perusahaan saat ini memiliki 12 kantor di seluruh dunia.

Otoritas Cina menggerebek beberapa kantor perusahaan, termasuk Mintz, pada musim semi 2023, seperti halnya Beijing bersiap untuk menjadi tuan rumah eksekutif puncak di perusahaan multinasional Amerika untuk konferensi ekonomi tahunan.

Mintz kemudian didenda karena melakukan penyelidikan statistik yang tidak sah. Tidak jelas statistik apa yang terlibat. Perusahaan sekarang telah menutup operasi Beijing dan Hong Kong.

China telah meningkatkan pengawasannya pada perusahaan riset asing dalam beberapa tahun terakhir. Ini juga telah meningkatkan peraturan yang lebih mengontrol aliran data perusahaan dan perdagangan.

Sebelumnya pada tahun 2021, polisi Tiongkok menggerebek perusahaan audit asing yang mengerjakan investigasi terkait dengan wilayah Xinjiang barat Cina, di mana PBB mengatakan Cina mungkin telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Kemudian, pihak berwenang menggerebek dan menanyai karyawan di kantor riset pemasaran besar di Shanghai.

Rilis karyawan Mintz datang sehari setelah sebuah forum ekonomi di Beijing, di mana pejabat Cina menjanjikan akses pasar yang lebih baik bagi investor asing.

RakyatPos.ID Network

Berita Terkait

Event Organizer Kunci Sukses Penyelenggaraan Acara Profesional
Nirwana Group Kini Hadir sebagai Produsen Rolling Door di Jakarta
Kesalahan Traveling yang Bikin Biaya Bengkak
Ini Alasan Mengapa Pasang IndiHome Jakarta Selatan Adalah Investasi Terbaik untuk Menunjang Gaya Hidup ‘Anak Jaksel’ yang Sesungguhnya
Glodok Gauge Penyedia Alat Ukur Tekanan & Suhu Terpercaya untuk Industri. Komitmen Terhadap Kualitas, Inovasi, dan Keamanan
Dari Wedding hingga Brand Activation, Photobooth Kembali Jadi Tren Hits
Trump memotong tarif setelah bertemu dengan pemimpin Tiongkok
Profesor Ini Membiarkan Separuh Kelasnya Menggunakan AI. Inilah yang Terjadi

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:50 WIB

Event Organizer Kunci Sukses Penyelenggaraan Acara Profesional

Senin, 27 April 2026 - 11:41 WIB

Nirwana Group Kini Hadir sebagai Produsen Rolling Door di Jakarta

Selasa, 2 Desember 2025 - 22:41 WIB

Kesalahan Traveling yang Bikin Biaya Bengkak

Jumat, 28 November 2025 - 22:31 WIB

Ini Alasan Mengapa Pasang IndiHome Jakarta Selatan Adalah Investasi Terbaik untuk Menunjang Gaya Hidup ‘Anak Jaksel’ yang Sesungguhnya

Selasa, 11 November 2025 - 23:07 WIB

Glodok Gauge Penyedia Alat Ukur Tekanan & Suhu Terpercaya untuk Industri. Komitmen Terhadap Kualitas, Inovasi, dan Keamanan

Berita Terbaru

advertorial

Event Organizer Kunci Sukses Penyelenggaraan Acara Profesional

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:50 WIB

Uncategorized

Clint Capela ‘terkejut’ dengan jab Deandre Ayton

Senin, 27 Apr 2026 - 11:57 WIB

advertorial

Nirwana Group Kini Hadir sebagai Produsen Rolling Door di Jakarta

Senin, 27 Apr 2026 - 11:41 WIB