China Vows Retaliation Setelah Ancaman Tarif Terbaru Trump: NPR

- Jurnalis

Selasa, 8 April 2025 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang pria berjalan ke toko barang dagangan yang menampilkan bendera nasional Cina dan Amerika Serikat, di Beijing pada 3 April.

Andy Wong/AP

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT


Sembunyikan keterangan

Caption beralih

Andy Wong/AP

BEIJING – China mengatakan pada hari Selasa bahwa pihaknya tidak akan mundur dalam menghadapi ancaman baru Presiden Trump untuk mengenakan tarif tambahan 50% pada impor Cina, karena perang dagang antara dua ekonomi teratas dunia tampaknya akan memburuk.

Trump mengatakan pada kebenaran sosial bahwa dia akan memaksakan tarif baru di Cina jika Beijing tidak menarik kembali a 34% tarif pembalasan untuk barang -barang AS Itu diumumkan sebagai tanggapan atas salvo awal Trump Rabu lalu.

Dalam pernyataan yang sangat kuat, Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan ancaman AS untuk mengenakan tarif tambahan “menambahkan kesalahan di atas kesalahan, sekali lagi mengekspos sifat negara Amerika Serikat yang terlalu tinggi, yang tidak akan pernah diterima Cina.”

“Jika Amerika Serikat dengan keras berpegang teguh pada kursus ini, Cina tidak akan punya pilihan selain melihatnya sampai akhir,” kata pernyataan itu, menambahkan bahwa jika AS meningkatkan langkah -langkah tarifnya, “Cina akan dengan tegas mengambil tindakan balasan untuk melindungi hak dan kepentingannya.”

Pasar ekuitas global telah dipukul Ketika kekhawatiran resesi telah tumbuh setelah pengumuman “Hari Pembebasan” Trump tentang tarif yang menyentuh sebagian besar negara dan sebagian besar impor AS.

Namun, pada hari Selasa, saham Asia beristirahat dan mulai berdagang di awal perdagangan, setelah kerugian besar pada hari Senin. Indeks utama di Cina, Jepang, Hong Kong dan Korea Selatan naik.

Jika Trump menindaklanjuti, barang -barang Cina yang datang ke AS akan dikenakan tarif gabungan 104%. Trump memukul Beijing dengan tarif 20% pada minggu -minggu pertama kepresidenannya, dan kemudian tarif 34% tambahan pada hari Rabu.

Menurut kantor Perwakilan perdagangan ASAS mengimpor $ 438,9 miliar barang dari China tahun lalu, naik 2,8 persen dari tahun 2023.

Aowen Cao berkontribusi pada laporan ini.

RakyatPos.ID Network

Berita Terkait

Event Organizer Kunci Sukses Penyelenggaraan Acara Profesional
Nirwana Group Kini Hadir sebagai Produsen Rolling Door di Jakarta
Kesalahan Traveling yang Bikin Biaya Bengkak
Ini Alasan Mengapa Pasang IndiHome Jakarta Selatan Adalah Investasi Terbaik untuk Menunjang Gaya Hidup ‘Anak Jaksel’ yang Sesungguhnya
Glodok Gauge Penyedia Alat Ukur Tekanan & Suhu Terpercaya untuk Industri. Komitmen Terhadap Kualitas, Inovasi, dan Keamanan
Dari Wedding hingga Brand Activation, Photobooth Kembali Jadi Tren Hits
Trump memotong tarif setelah bertemu dengan pemimpin Tiongkok
Profesor Ini Membiarkan Separuh Kelasnya Menggunakan AI. Inilah yang Terjadi

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:50 WIB

Event Organizer Kunci Sukses Penyelenggaraan Acara Profesional

Senin, 27 April 2026 - 11:41 WIB

Nirwana Group Kini Hadir sebagai Produsen Rolling Door di Jakarta

Selasa, 2 Desember 2025 - 22:41 WIB

Kesalahan Traveling yang Bikin Biaya Bengkak

Jumat, 28 November 2025 - 22:31 WIB

Ini Alasan Mengapa Pasang IndiHome Jakarta Selatan Adalah Investasi Terbaik untuk Menunjang Gaya Hidup ‘Anak Jaksel’ yang Sesungguhnya

Selasa, 11 November 2025 - 23:07 WIB

Glodok Gauge Penyedia Alat Ukur Tekanan & Suhu Terpercaya untuk Industri. Komitmen Terhadap Kualitas, Inovasi, dan Keamanan

Berita Terbaru

advertorial

Event Organizer Kunci Sukses Penyelenggaraan Acara Profesional

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:50 WIB

Uncategorized

Clint Capela ‘terkejut’ dengan jab Deandre Ayton

Senin, 27 Apr 2026 - 11:57 WIB

advertorial

Nirwana Group Kini Hadir sebagai Produsen Rolling Door di Jakarta

Senin, 27 Apr 2026 - 11:41 WIB