Gaza, (pic)
Enam warga Palestina, termasuk dua anak, tewas dan sepuluh lainnya terluka dalam serangan udara Israel yang menargetkan tenda-tenda yang melindungi orang-orang terlantar di daerah al-Mawasi di Khan Yunis, Gaza selatan, pada Selasa malam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Serangan itu menaikkan korban tewas di kota menjadi 18 sejak dini hari pada hari yang sama.
Di antara para korban adalah dua bersaudara, Maisara, 8, dan Yusuf Abdel Quddus Suleiman al-Madlal, 9, serta Mansour Muhammed Mansour Abu Muammar yang berusia 75 tahun, Subhi Ismail, yang kemudian menjadi maghari, dan Mohammed Kamum, dan Mohammed Kamal, dan Mohammed Kamal, dan Mohammed Kamal Kamal, dan Mohammed Kamal Kamal Kamal Kamal Kamal Kamal, Mohammed Kamal
Sebelumnya pada hari itu, serangan udara Israel menargetkan beberapa lokasi di Khan Yunis, termasuk lingkungan Al-Manara dan daerah Qizan al-Najjar. Rumah-rumah milik penduduk Idrees Farwana, Hani Hamdi al-Shaer, dan Abu Khaled Islayh dihancurkan.
Dalam sebuah insiden terpisah, tiga orang-Mahmood Ali Eid al-Share, Abdul Rahman Hassan Eid Al-Share, dan Yusuf Ubaid Mohammed al-Arja-dibunuh oleh dan serangan drone Israel di Qizan al-Nager.
Selain itu, mayat empat individu-Hassan Islayh, Louay Zaki Kawarea, Mohammed Salem Sarhan, dan Hussein Hassan Abu Azzoum-ditemukan dari lingkungan Al-Manara setelah lapangan udara Israel sebelumnya.
Pada Senin malam, setidaknya lima orang, termasuk tiga anak, terbunuh dan lebih dari 40 lainnya terluka dalam pemogokan artileri Israel di tenda-tenda perumahan orang-orang terlantar di daerah al-Mawasi selatan Khan Yunis. Ambulans mengangkut korban ke rumah sakit Inggris dan fasilitas Palang Merah.
Serangan -serangan ini telah mengintensifkan situasi kemanusiaan yang sudah mengerikan di Gaza, di mana lebih dari 52.000 warga Palestina telah terbunuh sejak Oktober 2023, menurut kementerian kesehatan Gaza.
RakyatPos.ID Network









