Mahkamah Agung AS mengatakan pemerintah bebas untuk bergerak maju dengan menembakkan 16.000 karyawan federal masa percobaan. Tetapi keputusan itu bukan kemenangan total bagi pemerintah, karena pengadilan tidak membuat putusan apakah penembakan itu sendiri benar -benar legal.
RakyatPos.ID Network
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT









