Paus Francis bertemu dengan Presiden Argentina yang baru terpilih Javier Milei sebelum upacara kanonisasi di Basilika St. Peter pada 11 Februari 2024 di Kota Vatikan, Vatikan.
Vatikan Pool/Getty Images
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sembunyikan keterangan
Caption beralih
Vatikan Pool/Getty Images
Presiden Argentina mengirimkan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga Paus Fransiskus dan kepada semua umat Katolik dalam sebuah pesan yang diposting ke X dari tanah air Paus.
Javier Milei, seorang libertarian sayap kanan yang dengan keras membela pasar bebas, mengakui sudut pandangnya dan paus yang berbeda.
“Terlepas dari perbedaan yang tampak kecil hari ini, setelah bisa mengenalnya dalam kebaikan dan kebijaksanaannya adalah suatu kehormatan sejati bagi saya,” tambah Milei pada X. “Saya mengucapkan selamat tinggal kepada Bapa Suci dan berdiri dengan kita semua yang hari ini berurusan dengan berita sedih ini.”
SELAMAT TINGGAL
Dengan rasa sakit yang dalam, saya mengetahui pagi yang menyedihkan ini bahwa Paus Francis, Jorge Bergoglio, meninggal hari ini dan sudah beristirahat dengan tenang. Terlepas dari perbedaan yang kecil hari ini, setelah bisa mengenalnya dalam kebaikan dan kebijaksanaannya adalah kehormatan sejati bagi saya. pic.twitter.com/3dppfonwbr– Javier Milei (@jmilei) 21 April 2025
Selama Perlombaan Presiden 2023, kandidat Milei saat itu telah mengutuk paus, memanggilnya “dungu” yang membela keadilan sosial dan menyamakannya dengan kejahatan dan iblis.
Namun, sekali di kantor, Milei melembutkan nadanya, bahkan mengunjungi Vatikan untuk bertemu dengan Francis.
Francis lahir di Buenos Aires pada tahun 1936 sebagai Jorge Bergoglio. Orang tuanya adalah imigran Italia dan sebagai anak laki -laki ia belajar bahasa Italia, tetapi Spanyol dominan di rumahnya. Dia bangkit menjadi uskup agung Buenos Aires, dan banyak orang di Argentina meratapi bahwa dia tidak pernah pulang untuk dikunjungi sebagai Paus.
Misa akan diadakan hari ini untuk menghormatinya di katedral ibukota tempat ia memimpin. Menurut klarin surat kabar, negara itu akan mengamati tujuh hari berkabung.
RakyatPos.ID Network









