Gaza, (pic)
Kantor Media Pemerintah Gaza (GMO) telah secara tegas menolak rencana Israel untuk membangun “kamp isolasi paksa” di Jalur Gaza menyerupai “ghetto Nazi,” menyebutnya “bagian dari perang genosida Israel yang sedang berlangsung pada populasi.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selama 19 bulan terakhir, Gaza telah mengalami kejahatan genosida sistematis, dengan serangan Israel yang menyebabkan lebih dari 180.000 korban, termasuk martir, terluka, dan orang hilang,” kata GMO dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis.
“Penutupan yang berkepanjangan dari penyeberangan perbatasan Gaza, yang sekarang berlangsung selama 70 hari, telah sangat memperdalam krisis kemanusiaan dengan memblokir masuknya pasokan penting dan bantuan kemanusiaan, menempatkan kehidupan lebih dari 2,4 juta warga Palestina pada risiko besar,” tambah GMO.
“Pendudukan Israel sengaja menggunakan bantuan kemanusiaan sebagai alat untuk blokade dan kelaparan, yang merupakan pelanggaran terang -terangan hukum internasional,” kata GMO.
GMO mengimbau pemerintah dan organisasi internasional untuk memikul tanggung jawab kemanusiaan dan hukum mereka terhadap Gaza.
Ini juga mendesak negara -negara Arab dan Islam untuk mengambil tindakan segera untuk menyelamatkan rakyat Gaza dan mengakhiri kejahatan perang Israel.
RakyatPos.ID Network









