Gaza, (pic)
Kotamadya Jabalia al-Nazla memperingatkan pada hari Selasa tentang meningkatnya akumulasi limbah dalam yurisdiksinya, dengan tim-timnya tidak dapat mengumpulkan dan membuangnya dengan benar di tengah situasi mengerikan yang sedang berlangsung di Jalur Gaza-meningkatkan kekhawatiran kesehatan masyarakat dan bencana lingkungan yang akan segera terjadi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sebuah pernyataan pers, kotamadya mengatakan: “Tim kami tidak dapat mengumpulkan dan membuang limbah seperti yang diperlukan, karena situs TPA utama yang terletak di dalam daerah yang sekarang dikendalikan oleh tentara Israel.”
Ia menambahkan bahwa, sebagai hasilnya, kru dipaksa untuk menggunakan situs pembuangan sementara dan acak, dengan situasi diperburuk oleh penghancuran lebih dari 90% kendaraan dan peralatan kotamadya karena serangan udara Israel yang berulang pada fasilitas dan garasi, khususnya penargetan yang disengaja pada 22 April 2025.
Kotamadya menjelaskan bahwa krisis limbah yang meningkat sekarang merupakan ancaman besar dari bencana kesehatan dan lingkungan yang menjulang di Jabalia, terutama mengingat melemahnya sistem perawatan kesehatan Gaza yang sudah rapuh sebagai akibat dari serangan berkelanjutan dan blokade yang mencegah masuknya pasokan medis penting.
Kotamadya meminta semua organisasi internasional dan kemanusiaan untuk segera campur tangan, untuk menekan diakhirinya agresi dan memfasilitasi masuknya mesin dan peralatan yang diperlukan, untuk mencegah bencana yang menjulang dan untuk meringankan penderitaan penduduk Jabalia dan strip Gaza lebih luas.
RakyatPos.ID Network









