Aktivis duduk di depan Kantor Cabang Kedutaan Besar AS di Tel Aviv, Israel, selama protes pada 8 Januari 2025.
Ohad Zwigenberg/AP
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sembunyikan keterangan
Caption beralih
Ohad Zwigenberg/AP
NEW YORK-Seorang warga negara ganda AS-Jerman telah ditangkap dengan tuduhan bahwa ia melakukan perjalanan ke Israel dan berusaha untuk mengebomkan kantor cabang kedutaan AS di Tel Aviv, kata para pejabat pada hari Minggu.
Jaksa federal di New York mengatakan pria itu, Joseph Neumeyer, berjalan ke gedung kedutaan pada 19 Mei dengan ransel yang berisi koktail Molotov tetapi melakukan konfrontasi dengan seorang penjaga dan akhirnya melarikan diri, menjatuhkan ranselnya ketika penjaga mencoba meraihnya.
Penegakan hukum kemudian melacak Neumeyer ke sebuah hotel beberapa blok dari kedutaan dan menangkapnya, menurut pengaduan pidana yang diajukan di Distrik Timur New York.

Serangan itu terjadi terhadap latar belakang perang Israel di Gaza, sekarang di bulan ke -19.
Neumeyer, 28, yang berasal dari Colorado dan memiliki kewarganegaraan ganda AS dan Jerman, telah melakukan perjalanan dari AS ke Kanada pada awal Februari dan kemudian tiba di Israel pada akhir April, menurut catatan pengadilan. Dia telah membuat serangkaian posting media sosial yang mengancam sebelum mencoba serangan itu, kata jaksa penuntut.
Pejabat Israel mendeportasi Neumeyer ke New York pada hari Sabtu dan ia memiliki penampilan pengadilan awal di hadapan seorang hakim federal di Brooklyn pada hari Minggu, hari yang sama pengaduan kriminalnya tidak disegel.
Pengacara Neumeyer yang ditunjuk pengadilan Jeff Dahlberg menolak berkomentar.
Selama masa jabatan pertamanya, Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel meskipun ada keberatan Palestina dan memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke kota yang diperebutkan.
RakyatPos.ID Network









