Asap naik mengikuti serangan udara Israel di Dahiyeh, di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Jumat.
Hassan Ammar/AP
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sembunyikan keterangan
Caption beralih
Hassan Ammar/AP
TEL AVIV, Israel – Militer Israel meluncurkan pemogokan di pinggiran kota Beirut pada hari Jumat, mengatakan itu menargetkan fasilitas penyimpanan drone yang digunakan oleh Hizbullah, Setelah dini hari, roket ditembakkan dari Lebanon selatan menuju Israel utara.
Militer Israel mengatakan memperingatkan penduduk untuk mengungsi sebelum pemogokan.
Gumpalan asap naik dari pinggiran selatan Beirut. Antara perintah evakuasi dan pemogokan, Umm Abbas, 60, mengatakan kepada NPR melalui telepon dari Hadi, daerah di mana militer Israel mengatakan kepada orang -orang untuk mengungsi: “Ada kepanikan. Ada dua sekolah di dekatnya yang dipenuhi dengan anak -anak. Orang -orang berteriak ke kiri dan kanan, orang -orang menangis.”
Hizbullah, sebuah kelompok militan yang didukung Iran di Lebanon, telah membantah tembakan roket terhadap Israel Jumat pagi, serta serangan roket sebelumnya pekan lalu, dengan mengatakan bahwa mereka berkomitmen untuk gencatan senjata yang dicapai dengan Israel pada November 2024. Tidak ada kelompok lain yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan roket.
Tetapi setelah setiap serangan roket, Israel telah melanda situs -situs di Lebanon, katanya milik Hizbullah. Pejabat Lebanon telah melaporkan sejumlah korban dari serangan itu.
Pertempuran datang ketika Israel telah memperbarui serangan militernya di Jalur Gaza yang dimulai setelah serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023.
Ini adalah cerita yang sedang berkembang dan dapat diperbarui.
Alex Leff melaporkan dari Tel Aviv, Lauren Frayer dan Jawad Rizkallah dari Damaskus. Yanal Jabarin menyumbangkan pelaporan dari Yerusalem.
RakyatPos.ID Network









