Gaza, (pic)
Sumber-sumber hak asasi manusia mengumumkan pada hari Rabu bahwa kemartiran Muhammad Ismail al-Astal sebagai akibat dari penyiksaan brutal di penjara Israel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sumber-sumber keluarga mengatakan kepada foto bahwa Asosiasi Dukungan Penjara Addameer dan Asosiasi Hak Asasi Manusia memberi tahu keluarga martir putra mereka, Mohammed al-Astal, 46, karena penyiksaan di penjara Israel.
Menurut keluarga itu, pasukan pendudukan menangkap al-Assal bersama dengan Palestina lainnya dari keluarga al-Agha setelah menyerbu chalet mircato di Mawasi Khan Yunis pada 8 Januari 2024, dan menjadikannya penyiksaan brutal selama beberapa bulan terakhir.
Anak martir itu, Ismail, sebelumnya martir dalam pemboman Israel di Khan Yunis.
Kemartiran Al-Assal membawa jumlah martir di antara tahanan yang diidentifikasi yang telah ditahan di penjara-penjara Israel sejak awal perang pemusnahan menjadi 67 martir, termasuk satu anak dan setidaknya 41 martir dari Gaza, selain lusinan martir Gazan yang tidak dikenal yang masih ditahan di Custody Israel.
RakyatPos.ID Network









