Ketika Mahkamah Agung AS mengatakan Senin, pemerintahan Trump dapat menghapus perlindungan hukum dari 350.000 warga Venezuela sementara litigasi berlanjut di pengadilan yang lebih rendah, langkah tersebut mengirim gelombang kejut melalui banyak komunitas.
RakyatPos.ID Network
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT









